Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Daun Kerehau (Callicarpa longifolia L.)
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v1i1.7Keywords:
Daun Kerehau (Callicarpa longifolia Lamk), InflamasiAbstract
Penelitian mengetahui Akitivitas Antiinflamasi dari ekstrak daun Kerehau (Callicarpa longifolia Lamk). Metode yang digunakan pada pengujian antiinflamasi adalah metode Pletismometer. Ekstrak metanol daun kerehau memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi terhadap peradangan atau inflamasi. Konsentrasi yang diujikan yaitu dosis 250 mg, 300 mg, 350 mg dengan kontrol positif Deksametasone dan negatif aqua destillata. Berdasarkan pengukuran penurunan radang inflamasi terdapat perbedaan bermakna antara perlakuan dan kontrol, dari hasil pengukuran menunjukan bahwa konsentrasi dosis 250 mg adalah konsentrasi yang paling efektif, Dilakukan juga uji metabolit sekunder daun kerehau diperoleh hasil uji positif mengandung metabolit sekunder tannin, saponin flavanoid dan alkaloid.
References
2. Katzung, B.G. 2002. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta; Penerbit Salemba
3. Mycek, M.J.; Harvey,R.A.; & Champe, P.A. 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar edisi kedua. Jakarta; Penerbit Widya Medika
4. Soesatyo, M.H.N.E. 2002. Proses Inflamasi, Penggunaan Analgetik dan Antiinflamasi Non Steroid Secara Rasional, Bagian Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,27-38
5. Fitriyani, A.; Winarti, L.; Siti, M.; & Nuri. 2011. Uji Antiinflamasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pay) Pada Tikus Putih. Jakarta; Majalah Obat Tradisional.



