Identifikasi Senyawa Boraks pada Bakso dan Mie Basah Tidak Bermerek yang Dijual di Pasar Tradisional Menggunakan Metode Spektrofotometri Visibel

Identification of Borax Compounds in Unbranded Meatballs and Wet Noodles Sold in Traditional Markets Using the Visible Spectrophotometry Method

Authors

  • Lailatul Badaria Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia https://orcid.org/0009-0000-2791-1304
  • Hadi Kurniawan Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Fajar Nugraha Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v7i2.2395

Abstract

Borax is a chemical used in making detergent and insect repellent. However, there is still a lot of use of borax as an additional ingredient in food with the aim of preservative and improving texture, if borax enters the human body it can cause toxic effects. This research aims to identify and measure borax levels in meatballs and wet noodles sold at the Traditional Market. Identification of borax is carried out using qualitative methods, namely organoleptic tests, numeric paper, and flame, while quantitative determination of borax levels can be done using the visible spectrophotometric method. The analytical method validation parameters carried out are linearity, LOD, LOQ, accuracy, and precision. In this study, the maximum wavelength obtained was 546.8 nm and incubation was 35 minutes. It was identified that 8 samples of wet noodles sold at the Traditional Market contained borax at levels of 9,458.04 - 26,279.46 mg/kg. These results show that the use of borax in food is still occurring and violates the regulations set by BPOM regulations.

Keywords:          Meatballs, Borax, Turmeric Paper, Wet Noodles, Spectrophotometry Visible

 

Abstrak

Boraks adalah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan deterjen dan pengusir serangga. Namun, masih banyak penyalahgunaan boraks sebagai bahan tambahan pada makanan bertujuan sebagai pengawet dan memperbaiki tekstur. Jika boraks masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan efek toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar boraks pada bakso dan mie basah yang dijual di Pasar Tradisional. Identifikasi boraks dilakukan dengan metode kualitatif yaitu uji organoleptik, kertas tumerik, dan nyala api, sedangkan penentuan kadar boraks secara kuantitatif dapat dilakukan dengan menggunakan metode spektrofotometri visibel. Parameter validasi metode analisis yang dilakukan adalah linieritas, LOD, LOQ, akurasi, dan presisi. Pada penelitian ini, panjang gelombang maksimum yang diperoleh adalah 546,8 nm dan inkubasi 35 menit. Teridentifikasi 8 sampel mie basah yang dijual di Pasar Tradisional mengandung boraks dengan kadar yaitu
9.458,04-26.279,46 mg/kg. Hasil ini menunjukkan masih terjadi penggunaan boraks pada makanan dan melanggar peraturan yang ditetapkan oleh peraturan BPOM.

Kata Kunci:         Bakso, Boraks, Kertas Tumerik, Mie Basah, Spektrofotometri Visibel

References

[1] Menkes RI. 2012. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Kemenkes RI.

[2] Sari, M. M., Nurmansyah, J., & Supriati, R. 2020. Uji Kandungan Boraks Pada Bakso di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Konservasi Hayati. 16(1): 39-45.

[3] Reubun, Yonathan Tri Atmodjo; Herdini, Herdini. 2021. Analisis Boraks pada Mie Basah dan Mie Kering di Bekasi Utara dan Bekasi Timur dengan Spektrofotometri UV-Vis. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 14.1: 1-4.

[4] Rohani, Siti, et al. 2023. Borax analysis with spectrophotometry on meat bakso of frozen food sold in modern markets and traditional markets in Palembang. International Journal of Ecophysiology, 5.1: 19-35.

[5] Anngela, Oppie; Muadifah, Afidatul; Nugraha, Dhanang Prawira. 2021. Validasi Metode Penetapan Kadar Boraks pada Kerupuk Puli Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis: Validation of Methods of Borax Concentrations Determination in Puli Crackers Using a UV-Vis Spectrophotometer. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3.4: 375-381.

[6] Fernando, Armon. 2015. Optimasi Identifikasi Boraks Menggunakan Pereaksi Dietilditiokarbamat Secara Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 4.2.

[7] International Conference on Harmonisation (ICH). 2005. Validation of Analytical Procedures?: Text and Methodology. ICH Harmon Tripart Guidel;1 13.

[8] Zari, Yani; Idrus, Irman; Apriyanti, Rahayu. 2023. Analisa Boraks Pada Siomay Yang Beredar Di Kota Kendari Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Journal Pelita Sains Kesehatan, 3.2.

[9] Muthi’ah, Sari Niswatul; A’yun, Qurrota. 2021. Analisis kandungan boraks pada makanan menggunakan bahan alami kunyit. BIO-SAINS: Jurnal Ilmiah Biologi, 1.1: 13-18.

[10] Nani, Elisabet; Wibowo, Yari Mukti. 2019. Analisis kandungan formalin, boraks, dan protein dalam mie basah. Biomedika, 12.1: 67-73.

[11] Rahman, K. R. D., Arumsari, A., & Herawati, D. 2016. Pengembangan Metode Preparasi Sampel Siomay dalam Analisis Nantrium Tetraborat. Prosiding Farmasi, 293-299.

[12] Shah RS, Shah RR, Pawar RB, Guyakar PP. 2015. UV – Visible Spectroscopy A Review. International Journal of Institutional Pharmacy and Life Science (Internet);5(5):490–505.

[13] Nurfadilah, Nurfadilah; Yuntarso, Anton; Herawati, Dheasy. Perbandingan Metode Standar Nasional Indonesia Dan Non Standar Nasional Indonesia Dalam Penentuan Kadar Karbohidrat Total. Jurnal SainHealth, 2019, 3.2: 37-41.

[14] Setyawati, A. 2019. Analysis Methods Verification of Boron in River Water Using the UV Vis Spectrophotometer with Curcumin Complex as Alternative Practical Educations. International Journal of Chemistry Education Research; 60-65.

[15] AOAC International. 2016. Appendix F: Guidelines for Standard Method Performance Requirements.

[16] Suseno, D. 2019. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Boraks Pada Bakso Menggunakan Kertas Turmerik, FT–IR Spektrometer dan Spektrofotometer Uv-Vis. Indonesia Journal of Halal, 2(1), 1-9.

[17] Yulianto, D. 2014. Analisis boraks dalam sampel bakso sapi I, II, III, IV, V, VI, VII, dan VIII yang beredar di pasar soponyono dan pasar jagir. Calyptra, 2(2), 1-9.

[18] Sari, I. P., Yanti, F. A., Saefullah, D. I., & Yunianto, B. T. (2021). Identification of borax in meatballs at Bandung City, Indonesia. Journal of Sustainability Science and Technology, 1(1), 44-51.

Downloads

Published

2025-04-30

How to Cite

1.
Badaria L, Kurniawan H, Nugraha F. Identifikasi Senyawa Boraks pada Bakso dan Mie Basah Tidak Bermerek yang Dijual di Pasar Tradisional Menggunakan Metode Spektrofotometri Visibel: Identification of Borax Compounds in Unbranded Meatballs and Wet Noodles Sold in Traditional Markets Using the Visible Spectrophotometry Method. J. Sains Kes. [Internet]. 2025 Apr. 30 [cited 2026 Jul. 16];7(2):85-92. Available from: https://jsk.jurnalfamul.com/index.php/jsk/article/view/2395