Evaluasi Penggunaan Antibiotik Bangsal Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Daerah dengan Metode ATC/DDD Periode Januari-Maret 2025
Evaluation of Antibiotic Use in Internal Medicine Wards at Regional General Hospitals Using the ATC/DDD Method for the Period January-March 2025
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v7i5.2551Abstract
Resistance can occur in several types of microorganisms with high prevalence that threaten human health. To reduce the occurrence of antibiotic resistance, an evaluation of antibiotic use is needed to determine the rational use of drugs using a quantitative method, namely the ATC/DDD method. The purpose of this study was to determine the use of antibiotics and an overview of antibiotic use patterns in inpatients in the internal medicine ward at the Regional General Hospital for the period January-March 2025 using the ATC/DDD method. This study is a descriptive study with data collection carried out retrospectively through a review of medical record documents available in the SIMRS application, manual prescriptions, and electronic prescriptions at the Regional General Hospital for the period January-March 2025. The results obtained from this study showed that the most widely used antibiotic was ceftriaxone with a figure of 59.47 DDD/100 patient days. The majority of patients were male and over 60 years old, with the three most common diagnoses being diarrhea, typhoid fever, and chronic kidney disease, and with a length of hospitalization of 3-6 days so that the use of antibiotics at the Regional General Hospital was rational in accordance with the line therapy according to the most common disease.
Keywords: Antibiotic Use Evaluation, ATC/DDD Method
Abstrak
Resistensi dapat terjadi pada beberapa jenis mikroorganisme dengan prevalensi tinggi yang mengancam kesehatan manusia. Untuk mengurangi terjadinya resistensi antibiotik diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menentukan penggunaan obat secara rasional dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu metode ATC/DDD. Tujuan penelitian yaitu mengetahui penggunaan antibiotik dan gambaran pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di bangsal penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Daerah Periode Januari-Maret 2025 menggunakan metode ATC/DDD. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan secara retrospektif melalui peninjauan dokumen rekam medis yang tersedia di aplikasi SIMRS, resep manual, dan resep elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah periode Januari-Maret 2025. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini bahwa bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah ceftriaxone dengan angka 59,47 DDD/100 patient days. Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki dan berusia lebih dari 60 tahun, dengan tiga diagnosis terbanyak yaitu diare, demam tifoid, dan penyakit ginjal kronik, serta dengan lama rawat inap selama 3-6 hari sehingga penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Umum Daerah sudah rasional sesuai dengan lini terapi sesuai penyakit terbanyak.
Kata Kunci: Evaluasi Penggunaan Antibiotik, Metode ATC/DDD
References
[1] Prasetya A A, I Gede E, & Putu D. 2023. Evaluasi Penggunaan Antibiotik dengan Metode ATC/DDD dan Du90% pada Pasien Pneumoniae di RSD X Tahun 2022. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 9(2). P 408-418.
[2] Ayobami O, Simon B, Tim E, & Robby M. 2022. Antibiotic Resistance in Hospital-Acquired ESKAPE-E Infections in Low- and Lower-Middle-Income Countries: a Systematic Review and Meta-Analysis. Emerging Microbes & Infections. 11. P 443-451.
[3] CDC (2019). Biggest Threats and Data. [online] Centers for Disease Control and Prevention. Available at: https:
[4] PAMKI. Pola Patogen dan Antibiogram di Indonesia tahun 2023. SINAR PAMKI; 2024. Available from: https://sinar.pamki.or.id/wp-content/uploads/2024/09/FINAL-SINAR-PAMKI-2024_Pola-Patogen-dan-Antibiogram-di-Indonesia-tahun-2023.pdf
[5] Hanifah S, Irma M, & Louis M. 2022. Evaluasi Penggunaan Antibiotik dengan Metode ATC/DDD dan DU 90% pada Pasien Rawat Inap Kelompok Staff Medik Penyakit Dalam di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung. Farmaka. 20(1): P 21-26..
[6] Heroweti J, Suswanto, & Ahmad M. 2024. Evaluation of Antibiotic Use with Quantitative Methods at Sultan Semarang Hospital. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia. 10(2): P 471-479.
[7] Rifdah A, Hariyanto IH, Delima F, Mardhia, & Mahyarudin. 2024. Evaluation of Antibiotic Use in the Internal Medicine Ward and ICU at Universitas Tanjungpura Hospital Pontianak with ATC/DDD.
[8] Lestari PD, Utami ED, Suryoputri MW, Farmasi J, Kesehatan FI, Soedirman UJ. Evaluasi penggunaan antibiotik di bangsal penyakit di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Acta Farma-ciae indonesia. 2018;6(1):20–8.
[9] Rachmawati S, Rizki L, & Ika N. 2020. Gambaran Penggunaan Antibiotik di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 01: P 12-21.
[10] Dirga, D., Khairunnisa, SM, Akhmad, AD, Setyawan, IA, & Pratama, A. 2021. Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di bangsal Penyakit Dalam RSUD. Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 65-75.
[11] Klein SL, Flanagan KL. Perbedaan jenis kelamin dalam respons imun. Nat Rev Immunol. 2016;16(10):626-638.
[12] Fish EN. X-file dalam kekebalan: perbedaan berdasarkan jenis kelamin mempengaruhi respons imun. Nat Rev Immunol. 2008;8(9):737-744.
[13] Galih Pratiwi, Meri Rosita, Khoirin. (2022). Jurnal evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid dengan metode atc/ddd.14(2), 151-160.
[14] Pratama D.R, Santoso B & Dwi N.R. 2021. Pola Penyakit Infeksi dan Penggunaan Antibiotik di Raung Penyakit Dalam RSUD X. Jurnal Kesehatan Klinis. 5(2):34-42.
[15] Rahman A.M, Nursanti S & Agus R. 2019. Penggunaan Antibiotik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit Pendidikan. Jurnal Nefrologi Indonesia. 3(2):89-97.
[16] Firmansyah dan Yogie Irawan. 2020. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pediatri Penyakit Diare di Instalasi Rawat Inap Sultan Imannudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah Tahun 2018. 4(1): 78-96.
[17] Kurniati, A., et al. 2024. Analisis Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2022 Menggunakan Metode ATC/DDD dan DU 90%. Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 25-31.
[18] Kurniawan Y, Setiawan E, Lubis A. 2021. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik: Tinjauan Dosis Berdasarkan Nilai eGFR. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 9(1):45–51.
[19] Hatanti, D. W., Oktavia, N. F. S. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RSUD Soe. CHMK Pharmaceutical Scientific Journal. 2020; 3(2): 152-165.
[20] Puspitasari, C. E., et al. Analisis Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) Secara Kuantitatif di RSUD Provinsi NTB Tahun 2019. Pharmaceutical Journal of Indonesia. 2024; 9(2): 135-140.
[21] Karminingtyas, S. R., et al. 2018. Keefektifan Penggunaan Antibiotik Profilaksis pada Pasien Bedar Sesar (Sectio Caesarea). Cendekia Journal of Pharmacy. 120-125.
[22] Megawati, R., Prasetya, D., & Sanjiwani, A. A. S. 2023. Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien di Laboratorium Klinik Prodia Blitar. Prosiding Rapat Kerja Nasional Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia, 2, 100–110.
[23] Kemenkes, “Buku Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik,” 2013.
[24] Berhe, Y. H., Amaha, N. D., & Ghebrenegus, A. S. (2019). Evaluation of ceftriaxone use in the medical ward of Halibet National Referral and teaching hospital in 2017 in Asmara, Eritrea: A cross sectional retrospective study. BMC Infectious Diseases, 19(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12879-019-4087-z
[25] Septia, Wilda, et, all.,(2024). Farmasainkes: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 Agustus 2024 e-ISSN: 2807-114X. 4(1), 22–26
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



