Hubungan antara Status Pekerjaan, Tingkat Pengetahuan, dan Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang
The Relationship between Employment Status, Level of Knowledge, and Family Support on Medication Adherence in Hypertensive Patients in Ardimulyo Village, Singosari District, Malang Regency
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v7i5.2534Abstract
Hypertension is a chronic disease that can lead to severe complications if not properly managed. Medication adherence plays a crucial role in controlling blood pressure in hypertensive patients. Various factors affect patients' adherence to medication, including employment status, knowledge levels, and family support. This study analyzes the relationship between these factors and medication adherence among hypertensive patients in Ardimulyo Village, Malang Regency, using a cross-sectional design. Data were gathered through structured interviews and analyzed using the Chi-Square test. The results indicated no significant relationship between employment status (p=0.877) or knowledge level (p=0.181) and medication adherence. However, there was a significant relationship between family support and medication adherence (=0.047), with a weak to moderate correlation strength (contingency coefficient=0.240). However, family support plays a crucial role. Consequently, strategies aimed at improving medication adherence should focus on boosting family involvement and support systems to enhance health outcomes for patients with hypertension.
Keywords: hypertension, medication adherence, employment status, level of knowledge, family support
Abstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Kepatuhan dalam minum obat menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah penderita hipertensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ini antara lain status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor-faktor tesebut terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Desa Ardimulyo, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan koefisien kontingensi untuk menilai hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p=0,047) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang (koefisien kontingensi=0,240). Sedangkan status pekerjaan dan tingkat pengetahuan tidak terbukti berhubungan dengan kepatuhan minum obat. Oleh karena itu, upaya peningkatan kepatuhan minum obat dapat difokuskan pada peningkatan dukungan keluarga terhadap penderita hipertensi.
Kata Kunci: hipertensi, kepatuhan minum obat, status pekerjaan, tingkat pengetahuan, dukungan keluarga
References
[1] WHO, “Hypertension.” Accessed: Sep. 20, 2025. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
[2] E. Rahajeng and S. Tuminah, “Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia,” Maj. Kedoteran Indones., vol. 59, no. 12, Dec. 2009.
[3] D. Ettehad et al., “Blood pressure lowering for prevention of cardiovascular disease and death: A systematic review and meta-analysis,” Lancet, vol. 387, no. 10022, pp. 957–967, Mar. 2016, doi: 10.1016/S0140-6736(15)01225-8.
[4] Kemenkes, Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB), 2019.
[5] Ponkesdes, “Laporan Tahunan Ponkesdes Lestari Desa Ardimulyo Tahun 2024,” 2024.
[6] A. Asikin, D. L. Badriah, R. Suparman, and S. Susianto, “Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Melakukan Pengobatan Secara Teratur pada Penderita Hipertensi Usia Produktif di Puskesmas Hantara Kabupaten Kuningan 2020,” J. Public Heal. Innov., vol. 2, no. 1, pp. 61–75, Dec. 2021, doi: 10.34305/JPHI.V2I1.330.
[7] M. Annisa, A. Adam, M. I. Iskandar, and F. Fadli, “Analisis Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi: Analysis of Compliance in Taking Medication in Hypertension Patients,” Media Keperawatan Politek. Kesehat. Makassar, vol. 15, no. 2, pp. 262–268, Dec. 2024, Accessed: Sep. 20, 2025. [Online]. Available: https://ojs3.poltekkes-mks.ac.id/index.php/medperawat/article/view/896
[8] A. Reed and M. Bohlander, General Defences in Criminal Law: Domestic and Comparative Perspective. Routledge, 2016. doi: https://doi.org/10.4324/9781315584263.
[9] Y. Mangendai et al., “Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Ranotana Weru,” J. Keperawatan, vol. 5, no. 1, May 2017, doi: 10.35790/JKP.V5I1.15829.
[10] D. Aprilia Aurilita Mawanti et al., “Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Penderita Hipertensi Usia Produktif di Desa Karangsono Kecamatan Barat Kabupaten Magetan,” J-KESMAS J. Kesehat. Masy., vol. 6, no. 2, pp. 92–105, Mar. 2021, doi: 10.35329/JKESMAS.V6I2.1873.
[11] N. Emiliana, M. Fauziah, I. Hasanah, and D. Rahma Fadlilah, “Analisis Kepatuhan Kontrol Berobat Pasien Hipertensi Rawat Jalan Pada Pengunjung Puskesmas Pisangan Tahun 2019,” AN-NUR J. Kaji. dan Pengemb. Kesehat. Masy., vol. 1, no. 2, pp. 119–132, 2021.
[12] F. A. D. Andini and A. Y. M. Siregar, “Work hours and the risk of hypertension: the case of Indonesia,” BMC Public Health, vol. 24, no. 1, pp. 1–9, Dec. 2024, doi: 10.1186/S12889-024-20003-Z/tables/7.
[13] F. Saleem, M. A. Hassali, A. A. Shafie, A. G. Awad, and S. Bashir, “Association between Knowledge and Drug Adherence in Patients with Hypertension in Quetta, Pakistan,” Trop. J. Pharm. Res., vol. 10, no. 2, pp. 125–132, 2011, doi: 10.4314/TJPR.V10I2.66552.
[14] W. Indriyanto, “Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dan Kepatuhan Lansia Hipertensi Untuk Kontrol Rutin Ke Posyandu Lansia Di Area Kerja Puskesmas Sugihwaras Bojonegoro,” Universitar Airlangga, Surabaya, 2015. Accessed: Sep. 20, 2025. [Online]. Available: http://lib.unair.ac.id
[15] D. Laghousi, F. Rezaie, M. Alizadeh, and M. A. Jafarabadi, “The eight-item Morisky Medication Adherence Scale: validation of its Persian version in diabetic adults,” Casp. J. Intern. Med., vol. 12, no. 1, pp. 77–83, 2021, doi: 10.22088/CJIM.12.1.77.
[16] M. A. Tedesco et al., “Educational level and hypertension: How socioeconomic differences condition health care,” J. Hum. Hypertens., vol. 15, no. 10, pp. 727–731, Oct. 2001, doi: 10.1038/SJ.JHH.1001249;KWRD.
[17] D. Kurniasih, D. R. Pangestuti, and R. Aruben, “Hubungan Konsumsi Natrium, Magnesium, Kalium, Kafein, Kebiasaan Merokok dan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi pada Lansia (Studi di Desa Wilayah Kerja Puskesmas Duren Kabupaten Semarang Tahun 2017),” J. Kesehat. Masy., vol. 5, no. 4, pp. 629–637, May 2017, [Online]. Available: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm
[18] P. J. Nicholson and G. V. Mayho, “Ageing and employment: are patients ever too old to work?,” Br. J. Gen. Pract., vol. 67, no. 654, pp. 6–7, Jan. 2017, doi: 10.3399/BJGP17X688441.
[19] A. Triono and I. Hikmawati, “Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Lansia Di Puskesmas Sumbang 1,” J. Keperawatan Muhammadiyah, Oct. 2020, doi: 10.30651/jkm.v0i0.5061.
[20] H. N. Arini, A. Anggorowati, and R. S. Endang Pujiastuti, “Dukungan keluarga pada lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II: Literature review,” NURSCOPE J. Penelit. dan Pemikir. Ilm. Keperawatan, vol. 7, no. 2, pp. 172–180, Mar. 2021, doi: 10.30659/NURSCOPE.7.2.172-180.
[21] F. Violita, I. L. M. Thaha, I. Dwinata, and D. Susanna, “Factors Associated with Medication Adherence of Patients with Hypertension in Segeri’s HealthCenter,” KnE Life Sci., vol. 4, no. 4, pp. 173-180–173–180, May 2018, doi: 10.18502/KLS.V4I4.2275.
[22] D. K. Ningrum, “Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II,” Higeia (Journal Public Heal. Res. Dev., vol. 4, no. Special 3, pp. 492–505, Dec. 2020, doi: 10.15294/HIGEIA.V4ISPECIAL.
[23] I. N. Purnawan, “Kepatuhan Berobat Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Payangan Kabupaten Gianyar,” J. Kesehat. Terpadu, vol. 3, no. 1, pp. 15–21, Jun. 2019, doi: 10.36002/JKT.V3I1.709.
[24] P. M. Kearney, M. Whelton, K. Reynolds, P. Muntner, P. K. Whelton, and J. He, “Global burden of hypertension: Analysis of worldwide data,” Lancet, vol. 365, no. 9455, pp. 217–223, Jan. 2005, doi: 10.1016/s0140-6736(05)17741-1.
[25] L. Wahyu, N. A. Kusumastuti, and C. J. Idu, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Puskesmas Tanah Tinggi Tangerang,” Mahesa Malahayati Heal. Student J., vol. 3, no. 6, pp. 1751–1759, Jun. 2023, doi: 10.33024/MAHESA.V3I6.10526.
[26] A. Puteri Anjalina, Suyanto, and M. Arifin Noor, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Minum Obat Anti Hipertensi,” J. Keperawatan Berbudaya Sehat, vol. 2, no. 1, pp. 40–44, Jan. 2024, doi: 10.35473/JKBS.V2I1.2815.
[27] E. Soesanto, “Hubungan Dukungan Keluarga dengan Upaya Perawatan Kesehatan Lanjut Usia Hipertensi Dimasa Pandemi Covid-19,” J. Keperawatan dan Kesehat. Masy. Cendekia Utama, vol. 10, no. 2, pp. 170–179, Jul. 2021, doi: 10.31596/JCU.V10I2.763.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



