Analisis Proksimat Cookies dari Tepung Sukun (Artocarpus altilis) dan Tepung Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus)
Proximate Analysis of Cookies from Breadfruit Flour (Artocarpus altilis) and Red Dragon Fruit Flour (Hylocereus polyrhizus)
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v5iSE-1.2052Abstract
The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia has increased from year to year, so it is necessary to make efforts to control diabetes mellitus. One of the efforts that can be done is food arrangement with a high-fibre diet. Breadfruit and red dragon fruit are foods with high fibre content. Cookies made from breadfruit flour and red dragon fruit flour have the potential to be used as a snack for diabetics. This research aims to determine the nutritional content of cookies made from breadfruit flour and red dragon fruit flour. The results from the test is water content 4.51%, total ash content 5%, acid insoluble ash content 0.34%, glucose content 1.52%, fat content 22.65%, protein content 11.65%, carbohydrate content 56.19%, and fibre content 21.5%. Cookies made from breadfruit flour and red dragon fruit have a high fibre content so that they can be used as an alternative snack for diabetics.
Keywords: Breadfruit, Red dragon fruit, Diabetes mellitus
Abstrak
Prevalensi diabetes mellitus di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga perlu dilakukan upaya pengendalian diabetes mellitus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan makan dengan cara diet tinggi serat. Buah sukun dan buah naga merah merupakan pangan dengan kandungan serat yang tinggi. Cookies berbahan dasar tepung sukun dan tepung buah naga merah berpotensi untuk dijadikan makanan selingan bagi penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi pada cookies berbahan dasar tepung sukun dan tepung buah naga merah. Hasil dari pengujian yang dilakukan, diperoleh kadar air 4,51%, kadar abu total 5%, kadar abu tidak larut asam 0,34%, kadar glukosa 1,52%, kadar lemak 22,65%, kadar protein 11,65%, kadar karbohidrat 56,19%, dan kadar serat 21,5%. Cookies berbahan dasar tepung sukun dan buah naga merah memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif makanan selingan bagi penderita diabetes mellitus.
Kata Kunci: Buah sukun, Buah naga merah, Diabetes Mellitus
References
Anies. 2016. Ensiklopedia Penyakit . Yogyakarta: PT. Kanisius.
Riskesdas. 2018. Laporan Nasional Riskesdas. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Kusharto, C. M. 2007. Serat Makanan dan Perannya Bagi Kesehatan. Jurnal Gizi Dan Pangan, 1(2), 45–54. https://doi.org/10.25182/jgp.2006.1.2.45-54
Nursalam, R. F. 2020. Efek Mie Pisang dan Sukun Terhadap Glukosa Darah Sewaktu ( The Effect of Banana and Breadfruits Noodles on Glucose Levels). Jurnal Ners, 11(2), 246–250.
Chandra, Z. A., Swasti, Y. R., Franciscus, D., & Pranata, S. 2020. Substitusi Tepung Sukun sebagai Sumber Serat untuk Peningkatan Kualitas Flacky Crackers. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 25(2), 153–162.
Kemenkes RI. 2017. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Maigoda, T. C. 2021. Tepung Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Olahraga Renang. Jawa Tengah: PT. Nasya Expanding Management.
Wulandari, F. 2016. Analisis Kandungan Gizi, Nilai Energi, dan Uji Organoleptik Cookies Tepung Beras dengan Substitusi Tepung Sukun. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(3), 107–112. https://doi.org/10.17728/jatp.183
Normilawati, Fadlilaturrahmah, Hadi, S., & Normaidah. 2019. Penetapan Kadar Air dan Kadar Protein pada Biskuit yang Beredar di Pasar Banjarbaru. Jurnal Ilmu Farmasi, 10(2), 51–55.
Sudarsono & Purwantini, I. 2022. Standarisasi Obat Herbal. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Siregar NS. 2014. Karbohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 13(2), 38–44.
Perkeni. 2021. Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta : PB Perkeni.
Djaelani, M. A. 2017. Kandungan Lemak Telur, Indeks Kuning Telur, dan Susut Bobot Telur Puyuh Jepang (Coturnix-coturnix japonica L) Setelah Dicuci dan Disimpan Selama Waktu Tertentu. Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 2(2), 205–210. https://doi.org/10.14710/baf.2.2.2017.205-210
Alristina, A. D., Ethasari, R. K., Laili, R. D., & Hayudanti, D. 2021. Ilmu Gizi Dasar. Jawa Tengah : CV. Sarnu Untung.
Ramadhani, N., Herlina, H., & Pratiwi, A. C. 2019. Perbandingan Kadar Protein Telur pada Telur Ayam dengan Metode Spektrofotometri Vis. Kartika?: Jurnal Ilmiah Farmasi, 6(2), 53–56. https://doi.org/10.26874/kjif.v6i2.142
Tumiwa, F. A., & Langi, Y. A. 2013. Terapi Gizi Medis pada Diabetes Melitus. Jurnal Biomedik (Jbm), 2(2), 78–87. https://doi.org/10.35790/jbm.2.2.2010.846
Puspaningtyas, D. E., Sari, P. M., Kusuma, N. H., & Helsius SB, D. 2019. Analisis Potensi Prebiotik Growol: Kajian Berdasarkan Perubahan Karbohidrat Pangan. Gizi Indonesia, 42(2), 83. https://doi.org/10.36457/gizindo.v42i2.390
Iqbal, A., Pintor, K. T., & Lisiswanti, R. 2015. Manfaat Tanaman Kacang Merah dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah. Majority, 4(9), 149–152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Sains dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



