Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia caseolaris L.)
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v1i2.19Keywords:
Ekstrak Kulit Buah Pidada merah, Antioksidan, I C 50 .Abstract
Judul penelitian ini yaitu Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) secara spektrofotometri untuk uji daya antioksidan ekstrak kulit buah pidada merah. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk ekstrak kasar dan ekstrak fraksi dengan berbagai pelarut, yakni metanol, n-heksana, etil asetat, dan n-butanol. Pada penelitian ini, dilihat aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah pidada merah, pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap DPPH, nilai IC50 masing-masing ekstrak. Analisis data yang digunakan adalah dengan persamaan regresi linier. Hasil pengujian aktivitas antioksidan kulit buah pidada merah terhadap DPPH menunjukkan IC50 masing masing-masing yaitu ekstrak metanol 25,72 ppm, ekstrak fraksi n-heksana 67,48 ppm, ekstrak etil asetat 109,24 ppm dan fraksi n-butanol 54,29 ppm. Dari data tersebut diketahui bahwa ektrak kulit buah pidada merah memiliki aktivitas antioksidan yang baik.
References
2. Naiborhu, P.E. 2002. Ekstraksi dan Manfaat Ekstrak Mangrove (Sonneratia Caseolaris dan Sonneratia alba) sebagai Bahan Alam antibakterial Pada Patogen Udang Windu, Vibrio harveyi. Tesis, Fakultas Perikanan dan Ilmu
kelautan, Institut Pertanian Bogor: Bogor.
3. Sadhu, S. K., F. Ahmed, T. Ohtsuki, dan M. Ishibashi. 2006. Flavonoids from Sonneratia caseolaris. Journal of Natural Medicine 60: 264–265.
4. Silalahi, J. 2006. Makanan Fungsional. Kanisius: Yogyakarta.
5. Untung, Moch., Kurnia, 2007. Penelusuran Efektifitas Beberapa Bahan Alam Sebagai Kandidat Antibakteri Dalam Mengatasi Penyakit Vibriosis Pada Udang Windu. Universitas Padjajaran: Bandung.



