Peran Pengawas Menelan Obat dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kedungwuni I
The Role of Treatment Supporter in Improving Medication Adherence of Tuberculosis Patients at Kedungwuni I Public Health Center
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v8i1.2584Abstract
Pulmonary tuberculosis remains a major health problem in Indonesia, including at the Kedungwuni I Community Health Center, which recorded 114 cases in 2024. Patient adherence to medication is a crucial factor in successful therapy, while the role of the Medication Observer (PMO) is to improve patient discipline. This study aims to analyze the relationship between the role of the PMO and adherence to tuberculosis patients at the Kedungwuni I Public Health Center. The research design used observational analysis with a cross-sectional approach on 45 tuberculosis patients selected by total sampling. Data were collected using a PMO role questionnaire and the MMAS-8 instrument, and analyzed using Spearman's rho test. The results showed that all patients had a PMO, mostly from their families, with high adherence at 62.2%. There was a significant positive correlation between the role of the PMO and medication adherence (r=0.326; p=0.030). The PMO plays a crucial role in improving compliance and supporting the success of the DOTS program.
Keywords: adherence, medication swallowing supervision, tuberculosis
Abstrak
Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Puskesmas Kedungwuni I yang mencatat 114 kasus pada tahun 2024. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat menjadi faktor penting keberhasilan terapi, sedangkan pendampingan Pengawas Menelan Obat (PMO) berperan dalam meningkatkan disiplin pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran PMO dengan kepatuhan pasien tuberkulosis di Puskesmas Kedungwuni I. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 45 pasien tuberkulosis yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner peran PMO dan instrumen MMAS-8, dianalisis dengan uji Spearman’s rho. Hasil menunjukkan seluruh pasien memiliki PMO, mayoritas dari keluarga, dengan kepatuhan tinggi sebesar 62,2%. Terdapat hubungan positif signifikan antara peran PMO dan kepatuhan minum obat (r=0,326; p=0,030). PMO berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan dan mendukung keberhasilan program DOTS.
Kata Kunci: kepatuhan, pengawas menelan obat, tuberkulosis
References
[1] WHO, Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: World Health Organization, 2023.
[2] Kementerian Kesehatan, Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023.
[3] S. Rahmatullah, Y. W. Permadi, Irnawati, A. Rahmadhani, and D. Sulistiai, “Pendampingan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Sebagai Upaya Mengurangi Angka Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) Di Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan,” J. Pengabdi. dan Pemberdaya. Masy., vol. 4, no. 1, pp. 78–86, 2025.
[4] Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, “Laporan Program TBC Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan Tahun 2024,” Pekalongan, 2024.
[5] N. K. A. T. Meriyanti and I. W. Sudiadnyana, “Hubungan Sanitasi Rumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ii Denpasar Barat,” J. Kesehat. Lingkung., vol. 8, no. 1, pp. 9–12, 2018.
[6] I. Anggraeni, D. Wahyudin, and D. Purnama, “Hubungan Peran Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gunungguruh Kabupaten Sukabumi,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 4, no. 4, pp. 4834–4844, 2023.
[7] P. Pameswari, A. Halim, and L. Yustika, “Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Mayjen H. A Thalib Kabupaten Kerinci,” J. Sains Farm. Klin., vol. 2, no. 2, pp. 116–121, 2016.
[8] Khairuman, M. R. Bengi, R. P. Diana, S. Pohan, and S. Muna, “Analisis Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis di Desa Seumirah, Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh,” Med. J. Kesehat. Dan Kedokt., vol. 2, no. 1, pp. 1–10, 2025.
[9] M. Depo and D. Pademme, “Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan berobat penderita tuberkulosis paru di kota sorong,” J. Teknosains, vol. 11, no. 2, pp. 174–183, 2022.
[10] N. Alipanah et al., “Adherence interventions and outcomes of tuberculosis treatment?: A systematic review and meta-analysis of trials and observational studies,” PLOS Med., vol. 15, no. 7, pp. 1–44, 2018.
[11] W. A. Ningrum, A. Muthoharoh, N. N. Fajriyah, and M. S. Bahrie, “Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Responden Prolanis Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan,” Univ. Res. Colloq., vol. 3, no. 2, pp. 26–30, 2020.
[12] D. Arisandi, W. Sugiarti, and R. Islamarida, “Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru di Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta,” J. Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, vol. 8, no. 1, p. 64, 2023.
[13] B. A. Christy, R. Susanti, and Nurmainah, “Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Terhadap Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT),” J. Syifa Sci. Clin. Res., vol. 4, no. 2, pp. 484–493, 2022.
[14] D. Aulina Hanifah and N. Siyam, “Faktor yang Berhubungan dengan Status Kesembuhan Pasien TB Paru pada Usia Produktif (15-49 Tahun) Studi Kasus di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang,” Indones. J. Public Heal. Nutr., vol. 1, no. 3, pp. 523–532, 2021.
[15] N. Aja, R. Ramli, and H. Rahman, “Penularan Tuberkulosis Paru dalam Anggota Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Siko Kota Ternate,” J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 18, no. 1, p. 78, 2022.
[16] M. Arisandi and F. Novitry, “Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah,” Lentera Perawat, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2024.
[17] A. N. Rahmawati, G. Vionalita, I. S. Mustikawati, and R. Handayani, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada usia Produktif Di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Tahun 2021,” J. Kesehat. Masy., vol. 10, no. 5, pp. 570–578, 2022.
[18] PDPI, Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia, vol. 001, no. 2014. 2021.
[19] R. Dwiningrum, R. Y. Wulandari, and E. Yunitasari, “Hubungan Pengetahuan dan Lama Pengobatan TB Paru dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TB Paru Di Klinik Harum Melati,” J. Aisyah J. Ilmu Kesehat., vol. 6, pp. 209–214, 2021.
[20] P. Rohmawati, N. Sekarwati, and S. Damayanti, “Determinants of Compliance with Pulmonary Tuberculosis Medication,” Dis. Prev. Public Heal. J., vol. 18, no. 1, pp. 17–25, 2024.
[21] F. Amining, Herwanto, D. S. Syahadat, and Hasanah, “Pengaruh Peran Pengawas Menelan Obat dan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Terhadap Angka Kesembuhan (Cure Rate) Pasien Tuberkulosis,” Prev. J. Kesehat. Masy., vol. 12, no. 1, pp. 386–399, 2021.
[22] A. Wiranata, Hubungan PMO (Pengawas Menelan Obat) Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Dimong Kabupaten Madiun. Skripsi Sarjana Keperawatan, Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun, 2020.
[23] S. Aminah and S. R. Nuraeni, “Pengaruh Konseling Dengan Media Booklet Terhadap Kemandirian Di Puskesmas Batujajar,” J. Kesehat. Budi Luhur, vol. 14, no. 1, pp. 344–350, 2021.
[24] Marta, V. Nofrika, R. Widiyanto, and D. Puspitasari, “Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada Pasien TB Paru,” Maj. Farm., vol. 19, no. 1, p. 24, 2023.
[25] Y. W. Permadi, I. Irnawat, S. Rahmatullah, and V. Maharani, “Pemberdayaan Pasien Dengan Resiko Penyakit TBC Melalui Pengabdian Masyarakat Di Lingkungan Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan,” KOMUNITA J. Pengabdi. dan Pemberdaya. Masy., vol. 4, no. 1, pp. 87–96, 2025.
[26] Kemenkes RI, Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



