Evaluasi dan Hubungan Ketepatan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Lini 1 terhadap Karakteristik Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah X
Evaluation and Correlation of the Appropriateness of the Use of First-Line Anti-Tuberculosis Drugs to the Characteristics of Outpatients at X Regional General Hospital
DOI:
https://doi.org/10.25026/jsk.v7i6.2552Abstract
Tuberculosis is an infectious disease that attacks the respiratory organs (lungs). This study aims to determine the characteristics of the use of first-line anti-tuberculosis drugs (OAT) and evaluate the use of OAT based on the 2019 Tuberculosis Management Guidelines and analysis of the relationship between patient characteristics and treatment outcomes. Data collection was retrospective, with a sample size of 91 Patient Medical Records. The results showed that the most common patient characteristics were male (57.1%), age 46-55 years (24.2%), weight 38-54 kg (53.8%), with working status (52.7%), without comorbidities (89%), new patient type (92.3%), type of OAT category 1 (100%), unsuccessful treatment results (54.9%). Evaluation of OAT use was 100% correct indication, correct patient, and correct drug. While the correct dose (97.8%), correct duration of treatment (41.8%). The relationship analysis obtained age factors (p = 0.04), duration of treatment (p = 0.001) have a significant relationship to treatment outcomes, while gender (p = 0.301) and the number of P.PK (p = 0.733) both do not have a significant relationship to treatment outcomes.
Keywords: TB, Evaluation of OAT Use, X Hospital
Abstrak
Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit infeksi menular yang menyerang organ pernafasan (paru-paru). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) lini 1 dan mengevaluasi penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Tatalaksana Tuberkulosis tahun 2019 serta analisis hubungan antara karakteristik pasien terhadap hasil pengobatan. Pengumpulan data secara retrospektif, jumlah sampel sebanyak 91 Rekam Medik Pasien. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien terbanyak yaitu berjenis kelamin laki-laki (57,1%), usia 46-55 tahun (24,2%), berat badan 38-54 kg (53,8%), dengan status bekerja (52,7%), tanpa penyakit penyerta penyerta (89%), tipe pasien baru (92,3%), jenis OAT kategori 1 (100%), hasil pengobatan tidak berhasil (54,9%). Evaluasi penggunaan OAT 100 % tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat obat. Sedangkan tepat dosis (97,8%), tepat lama pengobatan (41,8%). Analisis hubungan diperoleh faktor usia (p=0,04), lama pengobatan (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan terhadap hasil pengobatan, sedangkan jenis kelamin (p=0,301) dan banyaknya penyakit penyerta kronis (P.PK) (p=0,733) keduanya tidak memiliki hubungan signifikan terhadap hasil pengobatan.
Kata Kunci: TBC, Evaluasi Penggunaan OAT, RSUD X
References
[1] A. Rasyid and L. Heryawan, “Klasifikasi Penyakit Tuberculosis ( TB ) Organ Paru Manusia Berdasarkan Citra Rontgen Thorax Menggunakan Metode Convolutional Neural Network ( CNN ),” Manaj. Inf. Kesehat. Indones., vol. 11, no. 1, 2023.
[2] Kemenkes RI, Program Penanggulangan Tuberkulosis; Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2022. 2023.
[3] Dinkes Prov. Sulsel, Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 2021.
[4] Direktur Rumah Sakit, “Data Awal Studi Pendahuluan,” Kabupaten Sinjai, 2024.
[5] T. A. Fortuna, H. Rachmawati, D. Hasmono, and H. Karuniawati, “Studi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Tahap Lanjutan pada Pasien Baru BTA Positif The Study of Continuation Phase Anti Tuberculosis Drugs (OAT) in New Patient with Smear-Positive,” Pharmacon J. Farm. Indones., vol. 19, no. 1, 2022.
[6] N. P. W. A. Lestari, M. A. E. Dedy, I. M. Artawan, and I. F. Buntoro, “Perbedaan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Ketuntasan Pengobatan Tb Paru Di Puskesmas Di Kota Kupang,” Cendana Med. J., vol. 10, no. 1, 2022, doi: https://doi.org/10.35508/cmj.v10i1.6802.
[7] S. H, F. Humaidi, and D. R. Anggarini, “Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TBC Regimen Kategori I Di Puskesmas Palengaan,” J. Ilm. Farm. Attamru, vol. 1, no. 1, 2020.
[8] W. Pratiwi and Hadisono, “Gambaran Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Wanareja Kabupaten Cilacap Tahun 2021,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 4, no. 2, 2023, doi: https://doi.org/10.31004/jkt.v4i2.16117.
[9] F. R. Pangestu et al., “Hubungan Ketepatan Terapi Obat Anti Tuberkulosis terhadap Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru Correlation between the Accuracy of Anti-Tuberculosis Drug Therapy and the Recovery of Pulmonary Tuberculosis Patients,” Medula, vol. 13, no. April, pp. 559–562, 2023.
[10] C. Linda, F. Harahap, M. A. E. Rambe, and E. Harahap, “Evaluasi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Pokenjior Kota Padang Sidimpuan,” J. Kesehat. Ilm. Indones., vol. 7, no. 2, pp. 179–187, 2022.
[11] A. S. Sinulingga, N. B. Situmorang, J. S. No, K. L. Pakam, K. D. Serdang, and S. Utara, “Evaluasi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien TB Paru di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Tahun 2020,” J. Farm. e-ISSN 2655-0814 Vol. 3 No.2 Ed. Novemb. 2020-April 2021, vol. 3, no. 2, 2021, doi: 10.35451/jfm.v3i2.576.
[12] D. P. dan P. Penyakit, Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia. Indonesia, 2021.
[13] Menteri Kesehatan RI, Pedoman Nasional Tata Laksana Tuberkulosis. Jakarta: Kemeterian Kesehatan, 2020.
[14] H. Basir, Z. Thahir, and Firna Triyuni Utari, “Evaluasi Penggunaan Obat Tuberkulosis Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Diagnosa Tuberkulosis Paru Di Klinik Rakyat Kota Makassar Tahun 2019,” vol. 5, no. 1, pp. 50–60, 2021.
[15] B. Tirangga, M. Perangin Angin, and G. A. R. Saputri, “Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Terhadap Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung Timur,” J. Ilmu Kedokt. dan Kesehat., vol. 9, no. 2, 2022.
[16] N. Hikmah, M. S. Dewi, and Anwar La Ode Muhammad, “Evaluasi Penggunaan Obat Antituberkulosis Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022,” J. Farm. Kryonaut, vol. 2, no. 2, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Sains dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



