Evaluasi Pelaksanaan Konseling di Apotek Etika Farma Brebes berdasarkan PERMENKES RI Nomor 73 Tahun 2016

Authors

  • Hanari Fajarini Universitas Muhadi Setiabudi
  • Apriyanti Ludin Universitas Muhadi Setiabudi

DOI:

https://doi.org/10.25026/jsk.v2i4.207

Keywords:

Konseling, Apotek, Standar Pelayanan Kefarmasian

Abstract

ABSTRACT

                     Counseling services in pharmacies is an activity that is essential to prevent medication errors. Counseling services intended to allow patients can use the drug correctly . Only this time the role of Pharmacists in counseling services not running optimally. Formulation of the problem of the research is how the implementation of counseling by Pharmacists in Etika Farma Pharmacy, while the aim to evaluate the implementation of counseling by Pharmacists at Etika Farma Pharmacy. The method used in this study is qualitative research that is intended to provide a clear picture of the problems studied or answered to solve the current problems faced in the current situation. This type of research is an evaluation (evaluation study) is done by assessing a program that is being. These results indicate that the implementation of counseling at the Etika Farma Pharmacy has not gone well.

 Key words: Counseling Services, Pharmacies, Pharmaceutical Services Standard

 

 ABSTRAK

 Pelayanan konseling di apotek merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mencegah terjadinya medication error. Pelayanan konseling ditujukan agar pasien dapat menggunakan obat secara benar. Hanya saja selama ini pelaksanaan pelayanan konseling belum berjalan maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang  dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah-masalah yang diteliti atau menjawab untuk memecahkan permasalahan yang   sedang dihadapi pada situasi sekarang.  Jenis penelitian ini adalah evaluasi (evaluation study)  yang dilakukan dengan menilai  suatu program yang sedang   dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan konseling diberikan hanya kepada pasien penerima resep. Konseling dilaksanakan oleh apoteker, namun ketika apoteker tidak berada di apotek, konseling dilaksanakan oleh tenaga teknis kefarmasian. Kesulitan dalam melakukan konseling adalah pada saat menyampaikan efek samping obat. Penyampaian tentang efek samping obat harus disampaikan dengan bahasa yang tepat, sehingga tidak membuat pasien merasa khawatir dalam mengkonsumsi obat. Dokumentasi konseling belum dilakukan di apotek Etika Farma, hanya ada dokumentasi resep.

Kata kunci : Konseling, Apotek, Standar Pelayanan Kefarmasian

References

[1] Endang Sutrisno dan Hanari Fajarini, Legal Culture Of Pharmacist In The Perspective Of Pharmaceutical Services Standard In Pharmacies, Jurnal Dinamika Hukum, Volume 16, Nomor 2, September 2016, page 151

[2] Hanari Fajarini, Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Jurnal Para Pemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, Volume 7, Nomor 2, Juni 2018, page 260

[3] Farida Baroroh and Endang Darmawan, “Evaluasi Implementasi Pelayanan Konseling Obat Di Apotek Kota Yogyakarta”, Farmasains, Vol. 3, No. 1, pp. 13-19, Apr. 2016

[4] Mariska Sri Harlianti, Tri Murti Andayani and Diah Ayu Puspandari, Pengaruh Kepuasan Terhadap Kemauan Membayar (Willingness To Pay) Jasa Pelayanan Konseling Oleh Apoteker Di Apotek, Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi, Volume 4 Nomor 1, 2016, page 26-30

[5] Prima Roza Yulia, Lukman M. Baga and Setiadi Djohar, Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Apotek Dan Tingkat Pengetahuan Konsumen Mengenai Standar Pelayanan Kefarmasian Yang Berlaku ( Studi Kasus Di Kota Depok), Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen Volume 2 Nomor 3, September 2016

[6] Yoga Dwi Saputra, Nabila Febi Choirunnisa, Zha Zha Arisca, Evaluasi Implementasi Standar Pelayananan Kefarmasian di Apotek Perorangan dan Waralaba Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2019, Jurnal Kefarmasian Akfarindo Volume 4 Nomor 2, September 2009

[7] Bondan Ardiningtyas, Marchaban, Hari Kusnanto and Achmad Fudholi, Persepsi Preseptor Terhadap Key Indicators Kompetensi Pharmaceutical Care Pada Praktek Kerja Profesi Apoteker Di Apotek, Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Volume 7 Nomor 1, Maret 2017

[8] Mulyagustina Mulyagustina, Chairun Wiedyaningsih, Susi Ari Kristina, Implementation of Pharmaceutical Care Standard in Jambi City's Pharmacies, Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Volume 7 Nomor 2, Juni 2017

Downloads

Published

2020-12-31

How to Cite

1.
Fajarini H, Ludin A. Evaluasi Pelaksanaan Konseling di Apotek Etika Farma Brebes berdasarkan PERMENKES RI Nomor 73 Tahun 2016. J. Sains Kes. [Internet]. 2020 Dec. 31 [cited 2026 May 7];2(4):418-21. Available from: https://jsk.jurnalfamul.com/index.php/jsk/article/view/207

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.